SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa para Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan ada Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Semua harus bersikap profesional.
Penegasan ini disampaikan oleh Ayep Zaki saat membuka pelatihan dengan tema “Smart ASN : Meningkatkan Pelayanan Publik di Era Digital” bagi Pegawai Aparatur secara Virtual di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi yang bertempat di Aula BKPSM Kota Sukabumi pada Selasa (2/9/2025).
“Saya meminta kepada para ASN untuk merespons dengan cepat apa yang menjadi aspirasi mahasiswa pada demontrasi pada 1 September 2025,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki.
Ayep meminta mulai sekarang dan kedepannya tidak ada yang namanya korupsi maupun kolusi dan kalau memang ada wali kota sendiri yang akan melaporkan secara langsung.
“Ini adalah usulan mahasiswa. Jadi disini saya juga berterimakasih kepada mereka yang telah menyampaikan aspirasinya,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga meminta tidak boleh ada nepotisme.
“Saya pastikan tidak ada satupun saudara, kawan, sahabat saya yang mempunyai jabatan di ASN di pemerintahan kota Sukabumi,” tandasnya.
Dirinya melanjutkan, apa yang kita lakukan itu sebenarnya untuk apa? Tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat kota Sukabumi.
“Yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat kota Sukabumi,” lanjutnya.
Ia menyatakan, kita harus menyelesaikan kesenjangan sosial, disparitas, infrastruktur jelek, itu semua nanti akan kita beresin.
“Tapi dalam menyelesaikan itu semua tidak bisa dalam tempo 1 hingga 2 tahun tapi membutuhkan 3 sampai 5 tahun,” imbuhnya.
Guna mencapai hal tersebut, wali kota perlu menggunakan tenaga ahli yang profesional, yang mempunyai kompetensi dan pengalaman panjang di bidangnya, baik itu keuangan maupun manajemen.
“Nah, kelemahan pemerintah kota Sukabumi selama enam bulan saya menjabat ini adalah dimana manajemen keuangan dan kompetensi yang sangat lemah. Maka salah satu yang saya lakukan adalah mencari temen-temen non ASN untuk mengisi kelemahan dan kekosongan itu. Dan ini diperbolehkan serta menjadi hak konstitusional wali kota,” kata wali kota Ayep Zaki.
Wali Kota Ayep menyakini kalau kita berani membuat terobosan seperti ini, pasti akan tercapai, karena ilmu keuangan dan ilmu manajemen tidak bisa kalau hanya dilakukan secara teoritis.
“Kita ibaratkan, semua orang bisa menggambar pohon singkong, tetapi disini bukan hanya menggambar pohon singkong namun harus menanamnya. Tidak cukup hanya dengan menanam saja, tetapi bagaimana menanam singkong dalam 1 hektar menghasilkan 60 ton. Meksipun nilainya hanya Rp500 namun jika kali dikalikan 60 ton, maka akan menghasilkan Rp30 juta, berarti ini sudah menguntungkan,” imbuhnya.
“Inilah yang saya maksud, kita bicara kualitas,” tegasnya.
Sebagai upaya menuju kearah sana, maka dirinya mengandeng pak Ubaidillah sebagai tim komunikasi. Ia mengatakan bahwa itu bukan menduduki jabatan ASN.
“Pak Ubaidillah saya minta menjadi Plt Dewan Pengawas, dengan pertimbangan karena obyektif. Disini kita punya data keuangan dari tahun 2020, 2021, 2022 yang menunjukkan data merah di Bunut, Waluya, PDAM dan saya menginginkan di tahun 2025 ini menjadi hitam,” jelasnya.
“Karena keahliannya lah, maka saya tarik ke Sukabumi untuk menjadi co pilot membenahi keuangan dan manajemen di Kota Sukabumi,” tambahnya.
Ayep Zaki mengaku, bahwa sampai saat ini belum menemukan seorang ASN yang mempunyai kompetensi di bidang keuangan dan manajemen yang betul-betul profesional.
“Kalau ada Alhamdulillah, justru dalam tiga sampai lima tahun ini, dirinya akan didik ASN supaya mempunyai pengalaman dalam bidang keuangan dan manajemen,” akunya.
Dalam menata arah masa depan Sukabumi, harus dipersiapkan sari sekarang. Sukabumi ini arahnya mau kemana? Maka wali kota menargetkan Sukabumi emas di tahun 2035.
Dimana angka kemiskinan 0 persen, stunting 0 persen, angka pengangguran rendah, infrastruktur dan penerangan terbaik.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Didin Syarifudin ketika ditanya apa yang menjadi keinginan wali kota dengan dilaksanakan smart ASN ini, dirinya mengatakan,. bahwa wali kota berkeinginan dalam smart ASN ini, mereka meningkatkan kemampuan, jangan sampai para ASN ini baik pendidikan maupun kemampuan masih dibawah.
“Sehingga dengan kemampuan yang meningkatkan dikalangan ASN ini, mereka mampu berlari dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Sukabumi,” jelasnya.
Didin yang pada 1 Oktober 2025 sudah memasuki masa purna tugas sebagai ASN ini berharap dengan pembekalan ini, keilmuan para ASN di kota Sukabumi akan bertambah, baik manajemen keuangan maupun manajemen kepegawaian.
“Jangan sampai mereka masih di bawah, sedangkan pak wali inginnya berlari, sedangkan mereka kesulitan untuk mengejarnya.
Pak wali mengajak kita lari bersama. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, harus di genjot lari bersama,” terangnya.
“Permintaan dari para mahasiswa ini, mari kita perbaiki, mari kita tingkatkan jangan sampai lari ditempat. Kita akan lebih maju, Sukabumi milik kita, Sukabumi makin sejahtera,” pungkasnya. (sya)

























