Syukuran Hari Nelayan ke 28 di Cikahuripan Cisolok Meriah, Jaro Midun: Selesaikan Pembangunan Dermaga 

SUKABUMITIMES.COM – Gelaran syukuran hari nelayan ke 28 tahun 2025 yang berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan Pajagan, desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berlangsung meriah.

Ribuan warga di wilayah kecamatan Cisolok begitu antusias mengikuti gelaran tahunan tersebut, terlebih saat prosesi karnaval budaya hingga acara adat larung saji dengan tabur bunga di area dermaga Pajagan.

Kepala Desa Cikahuripan Heri Suryana mengatakan, bahwa gelaran acara adat larung saji dengan tabur bunga kali ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana pelaksanaanya di gelar di area dermaga, hal itu sebagai pesan dan harapan agar dermaga yang telah lama terbengkalai segera mendapat perhatian pembangunan dari pemerintah melalui instansi terkaitnya.

“Dengan acara kegiatan syukuran hari nelayan ini ke 28 ini, tujuannya untuk bagaimana supaya masyarakat nelayan ini keinginannya terealisasi, terutama di bidang pembangunan dermaga,” ujar Heri Suryana atau yang akrab di sapa Jaro Midun.

“Karena dermaga ini fasilitas untuk perekonomian masyarakat nelayan di Cisolok, dengan terbangunnya dermaga ini maka ekonomi masyarakat cisolok akan sejahtera,” imbuhnya.

Namun sebaliknya, lanjut Heri Suryana andaikata tidak dibangun atau tetap dibiarkan dermaga Pajagan tersebut, maka dikhawatirkan akan menggangu akses perekonomian masyarakat nelayan

“Ini susahnya nelayan kalau dermaga ini tidak selesai dibangun, dan kemiskinan nelayan pasti akan terjadi,” tuturnya.

“Maka dari itu saya mohon, kepada pihak pemerintah pusat, kabupaten provinsi supaya memprioritaskan dengan kemauan masyarakat nelayan Cisolok mulai dermaga, yang ada disini,” sambungnya.

Ditegaskan Jaro Midun, kemeriahan prosesi syukuran hari nelayan kali ini banyak harapan yang ingin disampaikan kepada pemerintahan baik kabupaten, provinsi maupun pusat, agar masyarakat nelayan Cisolok mendapat perhatian tidak hanya dari sisi pembangunan dermaga namun juga kesejahteraan nelayannya.

“Sebenarnya ada harapan yang ingin disampaikan kepada pemerintah makanya kegiatan budaya ini tidak seperti biasanya, biasanya ada larung kelaut dan sebagainya tapi untuk tahun ini sengaja dipusatkan disini artinya dalam bentuk harapan supaya pemerintah itu perhatian kepada masyarakat nelayan Cisolok,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Fuji Widodo yang turut menghadiri puncak peringatan Hari Nelayan Kecamatan Cisolok ke-28, mengaku terkesan pasalnya kemeriahannya terlihat dengan pertunjukan seni dan kebudayaan lokal, juga dipamerkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan khas Kabupaten Sukabumi, khususnya dari wilayah Kecamatan Cisolok.

“Alhamdulillah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di kawasan Geopark Ciletuh,” timpalnya.

“Saat ini Kabupaten Sukabumi sedang berada dalam masa pemulihan pascabencana. Selain pembangunan fisik, penyelenggaraan event seperti ini menjadi salah satu langkah dalam proses pemulihan,” katanya.

Sehingga, lanjut Fuji Widodo, melalui perayaan festival, gelar budaya, produk ekonomi kreatif, dan berbagai atraksi, diharapkan dapat memberikan kesan serta pengalaman berharga bagi wisatawan

“Ini merupakan bentuk kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan dan mengembangkan konsep pelestarian budaya lokal masyarakat pesisir Cisolok,” ungkapnya.

“Tradisi nelayan yang telah berlangsung ratusan tahun ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Sukabumi. Saya berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk turut menjaga keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung, mengingat besarnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara ini,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *