SUKABUMITIMES.COM – Sebuah perahu nelayan bernama KM Panyalu terbalik dihantam gelombang tinggi di Perairan Muara Cikaso, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2025) pagi.
Dua nelayan menjadi korban dalam insiden tragis tersebut, dimana satu di antaranya ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian tim Sar Gabungan bersama masyarakat.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Ujung Genteng, Letda Laut (P) Andri Kurniawan membenarkan kejadian nahas tersebut. Ia mengatakan, kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat kapal hendak kembali ke darat akibat mengalami kerusakan.
“Kapal KM Panyalu dihantam gelombang tinggi saat memasuki muara Cikaso. Akibatnya, kapal terbalik dan menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya hilang tenggelam,” ungkap Letda Laut (P) Andri Kurniawan.
Lebih lanjut, Letda Laut P Andri Kurniawan mengatakan, nelayan yang menjadi korban meninggal diketahui bernama Ijang (45), warga Kampung Cikadu, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Sementara satu nelayan lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Saepul (38), warga Bandar Lampung, yang juga merupakan nakhoda kapal.
Berdasarkan informasi didapat, kata Letda Laut (P) Andri Kurniawan KM Panyalu merupakan kapal berkapasitas 2 GT bermesin mopel, yang dimiliki oleh Sugih, warga Tegalbuleud. Saat kejadian, kapal tengah membawa alat tangkap ikan dan logistik.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, KM Panyalu bertolak dari Dermaga Eks PT SBP menuju perairan laut untuk melakukan penangkapan ikan. Namun dalam perjalanan, kapal mengalami kerusakan yang diduga bocor. Kemudian, nakhoda memutuskan untuk kembali ke daratan,” tegasnya.
Namun nahas, lanjut Letda Laut (P) Andri Kurniawan saat hendak memasuki muara Cikaso pada pukul 08.30 WIB, kapal justru dihantam gelombang tinggi dan terbalik, dan dua awak kapal pun menjadi korban.
“Setelah menerima laporan dari nelayan setempat, tim gabungan dari TNI AL, Forkopimcam Tegalbuleud, serta relawan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan evakuasi,” tuturnya.
“Korban tewas berhasil dievakuasi ke darat, sementara pencarian korban hilang masih terus dilakukan hingga berita ini diturunkan,” imbuhnya.
Ditegaskan Letda Laut (P) Andri Kurniawan, hingga saat ini jajarannya terus berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Basarnas dan masyarakat sekitar untuk memperluas pencarian korban.
“Kami juga mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi gelombang laut saat ini cukup ekstrem,” pinta Letda Laut (P) Andri Kurniawan. (stm)































