SUKABUMITIMES.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi berbasis pondok pesantren di Kampung Sukasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini menurut Junajah Jajah digelar dalam upaya meningkatkan kapasitas anak didik di pondok pesantren serta memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis pesantren agar lebih berkembang dan berdaya saing di era digital.
“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mendorong kemajuan UMKM, khususnya di lingkungan pondok pesantren,” ungkap Jajah.
Selama ini, kata Jajah lagi UMKM di Kabupaten Sukabumi menurutnya masih kurang dominan, terutama dalam hal pemasaran, sehingga dengan kegiatan bimbingan teknis tersebut, jangan sampai hanya mampu memproduksi, tapi tidak diberdayakan kedepannya.
Jajah yang merupakan politisi dari Fraksi PDI Perjuangan dari komsisi III ini menegaskan, banyak potensi besar di pondok pesantren yang belum digarap maksimal. Karena itu, melalui bimbingan ini, pihaknya ingin membuka akses lebih luas.
“Iya melalui bimtek ini kita bisa membantu mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga program sertifikasi halal gratis,” ucapnya.
“Kita mulai dari pengurusan NIB, lalu dilanjutkan dengan sertifikasi halal. Semua layanan ini gratis. Harapannya, santri dan masyarakat sekitar bisa lebih siap menghadapi tantangan bisnis ke depan,” tuturnya.
Junajah juga menambahkan, kegiatan tersebut bersumber dari alokasi dana aspirasi dirinya yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi. Dalam pelaksanaannya, Bimtek ini menyasar tiga pondok pesantren, yaitu di Cikurutug dan Darul Aitam.
“Alhamdulillah, lewat anggaran aspirasi ini, kita bisa merealisasikan kegiatan di tiga pondok pesantren. Mudah-mudahan UMKM berbasis pesantren ini mampu membangun perekonomian masyarakat, khususnya kalangan menengah,” pungkasnya. (stm)
























