Waduh, Perempuan Muda Nekad Selundupkan Narkoba ke Lapas Sukabumi Lewat Alat Vital

SUKABUMITIMES.COM – Ada-ada saja, seorang perempuan muda berusaha menyelundupkan narkoba dengan cara yang cukup ekstrem, yakni dengan memasukkan barang haram terebut ke dalam alat vitalnya.

Hal ini berhasil digagalkan oleh Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi setelah melihat gelagat yang tidak biasa dari pengunjung perempuan tersebut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nyomplong Sukabumi Budi Hardiono mengungkapkan, bahwa aksi perempuan muda terebut dapat digagalkan oleh petugas jaga setelah melihat gerak gerik yang mencurigakan.

“Petugas yang sedang jaga mencurigai gelagat sering pengunjung yang berjenis kemarin perempuan tersebut, yang kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam, hingga akhirnya menemukan narkoba yang disembunyikan di tempat yang tidak biasa,” ungkap Budi Hardiono.

Budi menegaskan, bahwa dengan keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan barang haram jenis narkoba ini menjadi bukti komitmen lapas Sukabumi dalam mencegah peredaran narkoba di dalam lingkungan pemasyarakatan.

“Kami tidak akan mentolerir upaya penyelundupan dalam bentuk apa pun. Pemeriksaan ketat terus kami lakukan untuk menutup setiap celah yang mungkin dimanfaatkan oleh pelaku,” tegasnya.

Setelah berhasil mengungkap kejadian ini, pihak lapas kemudian meneruskan pelaku dan barang bukit (BB) kepada pihak kepolisian.

“Tentunya untuk penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Dengan adanya kejadian ini, maka pihak lapas akan makin meningkatkan pengawasan terhadap setiap pengunjung serta melakukan razia rutin untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba di dalam lapas.

“Kami akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menekan peredaran narkoba di dalam lapas. Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama kami,” ujar Budi.

Keberhasilan ini menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba menyelundupkan barang terlarang ke dalam lapas.

“Petugas akan terus meningkatkan kewaspadaan demi menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,” pungkasnya. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *