SUKABUMITIMES.COM – Keprihatinan yang dalam terhadap banyaknya dari kalangan remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, sehingga banyak diantara mereka yang terjerumus pada narkoba dan HIV/AIDS.
Hal ini disampaikan Oleh Ketua KKN UNP di Desa Langensari, Kec. Sukaraja, Qalbi Hanifan
saat melaksanakan program kerja penyuluhan pola hidup bersih dan sehat ( PHBS ) dengan fokus pada bahaya narkoba dan HIV/AIDS kepada sukabumitimes.com melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (25/2/2025).
Qalbi Hanifan mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya generasi muda.
Masih ditempat yang sama, penanggung jawab kegiatan Ena mengemukakan, bahwa kegiatan ini berlangsung di Taman Baca Gentong Pasir ( MACATONGSIR ) yang beralamat di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
“Kegiatan ini melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus ( UKMK ) Gerakan Anti Narkoba dan AIDS ( GANAS ) Universitas Nusa Putra (UNP) yang diikuti oleh belasan remaja setempat,” ujarnya.
Erna menjelaskan, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak buruk narkoba serta ancaman penyakit AIDS yang masih jadi masalah serius di Indonesia.
“Tentu saja harapan kami kegiatan ini membawa dampak yang positif bagi peserta yang mengikuti penyuluhan ini dan mau menukarkan informasi kepada yang lainnya,” jelasnya.
Pihaknya mengungkapkan, remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS.
“Oleh karena itu, kami berkerja sama dengan GANAS untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS “ ungkapnya.
Dalam penyuluhan tersebut, tim dari GANAS pemateri bahaya Narkoba oleh Citra Sonia, banyak mengutarakan tentang pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak negatif bagi Kesehatan fisik dan mental, serta sanksi hukum bagi penyalahguna.
Sedangkan Muhammad Denis Faisal menjelaskan mengenai HIV/AIDS, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahannya.
Sementara itu, para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait materi tersebut.
Salah satu peserta, Alma (13), mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari acara penyuluhan ini.
“Saya jadi lebih tahu mengenai bahayanya narkoba dan bagaimana HIV/AIDS bisa menyebar,” katanya.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjauhi narkoba dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Mahasiswa KKN UNP ini berharap dengan adanya program kerja ini dapat memberikan kontribusi untuk generasi muda untuk menjauhi narkoba dan HIV/AIDS serta berharap ada program serupa yang dapat terus dilakukan guna membangun generasi muda agar lebih sadar akan kesehatan dan masa depan mereka.
“Dengan adanya penyuluhan ini, kami harap para remaja Desa Langensari dapat lebih memahami resiko narkoba dan HIV/AIDS serta menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Qalbi. (*/sya)





























