SUKABUMITIMES.COM – Anggota Dewan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi dari fraksi Demokrat, Deden Solehudin melakukan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyakarat yang telah dilaksanakan di majelis Haday Center tepatnya berada di Wilayah RW 10 kelurahan Sriwidari Kota Sukabumi, pada Selasa (4/2/2025).
Deden Solehudin mengungkapkan, reses ini dilakukan pada masa sidang ke 2 tahun 2024-2025, dimana kegiatan anggota DPRD di luar kantor atau dengan kata lain kegiatan yang di lakukan di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) yang bersangkutan.
“Reses kali ini peserta yang hadir berasal dari dua kecamatan yakni Gunungpuyuh dan kecamatan Warudoyong dari sembilan kelurahan, dimana setiap kelurahan diwakili oleh 6 orang ditambah warga masyarakat sekitar, sehingga jumlahnya 150 orang,” ungkap Dede Solehudin kepada sukabumitimes.com.
Ia menjelaskan, reses ini bertujuan untuk menyampaikan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat yang memilih.
“Saat ini saya duduk di komisi tiga, yang melingkupi tugas di bidang agama, pendidikan, kesehatan, olah raga, pariwisata, sosial, tenaga kerja, lingkungan hidup, perpustakaan dan pemberdayaan perempuan sehingga masyarakat,” jelas Deden Solehudin yang berasal dari fraksi Partai Demokrat.
Selain duduk di komisi tiga, saat ini Deden juga berada di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD kota Sukabumi.
“Sehingga dalam reses kali ini dapat menampung aspirasi masyarakat, seperti kaitannya dengan kesehatan, pendidikan, sosial dan lain sebagainya,” ujarnya.
Deden mengatakan, reses itu sangat bagus sekali dalam rangka menampung aspirasi masyarakat.
“Sesuai dengan tugas pokok, bahwa kami harus menampung aspirasi masyarakat, yang kemudian akan di bahas untuk menjadi bahan pertimbangan yang akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Kota Sukabumi,” cetusnya.
Deden membeberkan, setidaknya ada lima point aspirasi yang tercatat dalam reses kemarin, yakni pertama berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena masih ada beberapa masyarakat belum memiliki KIS. Kedua terkait kartu BPJS berbayar yang ingin dialihkan kepada kartu Mandiri.
“Makanya kami sampaikan mekanismenya kepada masyarakat,” terangnya.
Ketiga, masalah pendidikan, dimana keluhan warga terkait Lembar Kerja Siswa (LKS) ingin di bebaskan atau digratiskan. Keempat, posyandu dimana masih ada masalah dalam pelayanan, terutama di stunting.
“Sedangkan yang kelima, kemudian terkait aspirasi warga tentang permodalan usaha, namun sampai saat ini belum ditemukan solusi bagaimana permodalan ini diberikan dari dana aspirasi namun kami memberikan arahan dan mekanisme dalam menempuh permodalan usaha.
Masih kata Deden, dalam hak kepemudaan juga mendapat atensi dari masyarakat, dimana warga berharap adanya pengembangan potensi.
“Semua aspirasi tersebut, kemudian kami tampung sebagai bahan aspirasi sehingga nanti bisa disampaikan dan berharap bisa terjawab melalui dana aspirasi ataupun sumber lain,” terangnya.
Untuk target ke depan, menurut Deden, setiap anggota DPRD memliki konsituen ataupun pendukung masing-masing, diharapkan dengan adanya reses dapat menjalin silaturahmi dan dapat menjalin komunikasi antar satu dengan yang lainnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa untuk partai Demokrat hari ini sudah berkoalisi dengan Indonesia maju dan Kabinet Merah Putih dengan memiliki Lima menteri dan wakil menteri.
“Dengan demikian, saya juga mempunyai harapan mudah-mudahan program pusat dapat di breakdown ke bawah,” harapannya.
“Intinya, reses kali ini dapat memperkuat silaturahmi baik dengan masyarakat ataupun dengan relawan,” pungkasnya. (rus)






























