SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menggandeng PT. Cawan Berkah menggelar sosialisasi terkait rencana usaha pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Cimandiri Tiga yang berlangsung di Pendopo Pemkab Sukabumi pada Selasa (26/11/24).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar saat di temui sukabumitimes.com mengatakan, bahwa kegiatan hari ini terkait sosialisasi berkaitan dengan rencana usaha dari PT. Cawan Berkah dalam pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah kabupaten Sukabumi.
“Ini merupakan tugas atau tupoksi dalam menciptakan iklim investasi yang termudah,” kata Ali Iskandar kepada sukabumitimes.com setelah acara pada Selasa (26/11/2024).
Selanjutnya, Ali mengatakan dalam membangun iklim ekosistem tidak hanya dilakukan oleh DPMPTSP saja, akan tetapi banyak sektor yang harus dilibatkan.
“Pada sosialisasi kali ini, Pemkab Sukabumi bersama PT.Cawan Berkah membahas terkait rencana pembangunan PLTA di wilayah Cidadap,” lanjut Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi.
Dirinya mengungkapkan, rencana pembangunan PLTA untuk kali ini, kemungkinan prosesnya panjang, pertama disebabkan untuk posisi lokasi itu berdampingan dengan wilayah kabupaten Cianjur
“Banyak hal yang perlu diselesaikan, misal pembebasan lahan, pembangunan kembali pemukiman, pergantian sawah dan lain-lain,” ungkap Ali Iskandar.
Ia menjelaskan, dalam pembangunan PLTA Cimandiri Tiga ini akan dilaksanakan di desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pendirian rencananya akan menggunakan sistem run and driver.
“Dimana pada pola ini tidak melakukan pembendungan air, tetapi akan dibuat saluran dengan ketinggian tertentu dan akan dijatuhkan kembali, kurang lebih 10 km,” jelasnya.
“Kemungkinan teknik ini relatif tidak akan terlalu banyak lahan yang perlu di bebaskan, kemungkinan dampaknya tidak begitu berpengaruh pada ekosistem yang ada, berbeda dengan Cimandiri Satu dan metafora atau Cimandiri Dua,” imbuhnya.
Ali menyebut, apapun yang terjadi, pihaknya merasa bersyukur karena memang energi baru dan terbarukan harus di dorong menjadi dominan. Bukan lagi tergantung pada energi fosil, namun kehidupan kita pasti tergantung pada energi.
“Dengan adanya konsep energi nasional maka di tahun 2024 bauran antara energi yang di hasilkan dari bahan fosil dan yang baru terbarukan baru sampai di angka 19 persen, tetapi untuk Kabupaten Sukabumi baru mencapai angka 13 persen,” sebutnya.
Dengan adanya investor yang datang untuk meningkatkan tambahan energi, sehingga tidak tergantung pada negeri fosil, di tahun 2025, energi di Kabupaten Sukabumi harus mencapai angka 21 persen dan pada 2030 yang akan datang harus mencapai 31 persen.
“Hadirnya PLTA diharapkan mampu menjadi sumber energi baru dan terbarukan. Tentu saja ini perlu kita dukung, karena ini untuk kemajuan peradaban kehidupan, kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (rus)






























