Mengenal MOKERS Inovasi Anak Muda Sukabumi: Kolaborasi Manis Camilan Inovasi Anak Muda Sambut Lebaran 2025

SUKABUMITIMES.COM – Orang bilang belum lengkap jika ke Sukabumi tidak merasakan manis dan legitnya yang namanya mochi.

Mochi sudah melekat akan kekhasan Sukabumi. Mochi selalu menjadi buah tangan ketika berkunjung ke Sukabumi atau orang yang dari Sukabumi ke daerah lain, pasti salah satu yang menjadi andalan oleh-oleh adalah mochi.

Tapi yang menjadi kendala selama ini, mochi tidak tahan lama, paling antara 3 sampai 5 hari. Inilah salah satu yang menjadi kendala, jika mau dibuat oleh-oleh ke darah lain.

Mochi Crackers 

Nah, disinilah lewat tangan kreatif dari mahasiswa Manajemen Agribisnis IPB University Intan Nadyma Arista dan kawan-kawan.

Ditangan dingin Intan dan team MOKERS, dari mochi konvensional yang kenyal, Mochi Crackers (MOKERS) kini hadir dengan sensasi renyah yang khas. Karena sifatnya yang kering, sehingga mempunyai masa kadaluarsa yang lebih lama.

“Awalnya kami merasa mochi biasa cepat basi dan kurang cocok dijual secara luas. Dari situlah muncul ide untuk membuat mochi yang dikeringkan hingga teksturnya jadi crunchy,” jelas Intan Nadyma Arista yang sekaligus Founder Mochi Crackers ini pada sukabumitimes.com pada suatu kesempatan.

Usaha Lokal, Rasa Nasional

Menurut pengakuan gadis manis nan kreatif ini, MOKERS telah berdiri sejak 2024 dan berlokasi di daerah Cibeureum kota Sukabumi.

“Alhamdulillah, meski baru berjalan kurang lebih sepuluh bulan, namun produk ini sudah memiliki pelanggan tetap dan banyak diminati karena keunikan tekstur dan cita rasanya,” jelas Intan Nadyma Arista.

Proses yang Tidak Selalu Mudah

Saat ditanya soal suka dukanya menjalankan usaha MOKERS ini, Intan tak ragu bercerita, sukanya itu saat lihat orang senang setelah coba produk kita, apalagi pas ramai pesanan.

“Puas sekali, manakala banyak pelanggan yang senang setelah mencoba produk kita. Sehingga pesanan jadi ramai,” ujarnya.

Diakui Intan, dalam usaha tidak semuanya lancar dan langsung jadi. Tetapi membutuhkan perjuangan yang tidak kenal menyerah, dengan terus mencoba dan mencoba akhirnya apa yang kita inginkan bisa terwujud.

“Dukanya? Jelas ada, apalagi waktu awal produksi, banyak trial error sampai bentuk mochi-nya pecah-pecah dan nggak enak dilihat. Tapi dari situ kami belajar banyak,” kisahnya.

Kolaborasi Mocker dan Artawish

Sebagai tanda kesungguhan dalam memasarkan produk MOKERS ini, Intan selaku Founder mencoba untuk mengajak kolaborasi dengan salah satu UMKM yang bergerak di bidang pembuatan hampers, yakni Artawish.

“Ya pada lebaran Idul Fitri 2025 M kemarin, MOKERS bekerjasama dengan Artawish yang bergerak dalam pembuatan hampers,” ujarnya.

“Jadi momen lebaran yang selalu identik dengan tradisi berbagai, kolaborasi antara dua brand lokal, yaitu dalam bentuk hampers edisi spesial bertema “Berbagi Rasa, Menyulam Makna,” tambahnya.

Kolaborasi ini tak hanya menyajikan cita rasa yang unik, tetapi juga mencerminkan semangat dan kreativitas anak muda dalam membangun bisnis kuliner yang bermakna.

Kolaborasi Penuh Makna

Artawish, brand cookies handmade yang terkenal dengan kualitas premium menyambut kolaborasi ini dengan antusias.

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar hampers kami ingin memberikan pengalaman berbagi yang penuh rasa dan makna,” ungkap tim Artawish saat peluncuran hampers pada 12 Maret 2025.

Intan pun menceritakan awal mula kolaborasi ini, yaitu dimulai dari beberapa kali diskusi produk masing-masing.

“Nah, dari situ muncul ide untuk bikin hampers bareng. Waktu ngobrol, ternyata value kami serupa sama-sama ingin mengangkat brand lokal yang punya cerita,” bebernya.

Manajemen Agribisnis IPB University

Ia mengakui, keberhasilan Intan begitu dia disapa dalam berkreasi, sehingga menghasilkan MOKERS ini buah dari pembelajaran di kampus Vokasi IPB University.

Menurutnya dari sudut pandang akademik, Mahasiswa Vokasi tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam dunia bisnis.

Sebagaimana dikemukakan oleh dosen pembimbing Startup Usaha Manajemen Agribisnis IPB University Amadea Selma Agnia Elfath, bahwa para mahasiswa vokasi mampu membuktikan bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk membentuk bisnis yang tidak hanya melakukan re-branding.

“Tapi mereka betul-betul menciptakan sesuatu yang baru dari warisan kuliner lama khas Sukabumi,” ujar Amadea Selma Agnia Elfath.

Dosen pembimbing Startup Usaha Manajemen Agribisnis IPB University ini berharap supaya inovasi ini dapat menjadi gambaran bagi UMKM untuk membentuk inovasi produk yang tetap relevan di tengah tren pasar yang saat ini cepat sekali mengalami perubahan.

“Harapan saya, ini bisa menjadi roll model bagi UMKM dalam membentuk inovasi produk yang tetap relevan saat ini,” harapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan harmonisasi antara pengetahuan akademis dan praktik kewirausahaan yang efektif.

Testimoni Pelanggan

Keberhasilan Intan dalam berkreasi MOKERS ini diakui oleh salah satu pelanggannya Ibu Tari mengatakan, produk MOKERS ini sangat inovatif dan patut untuk dikembangkan terus.

“Produk ini inovatif sekali. Saya biasanya buru-buru makan mochi karena cepat basi, tapi ini bisa disimpan lebih lama. Sangat membantu buat saya yang sibuk,” senangnya ibu Tari karena ada solusi atas produk mochi.

Respon Positif Pasar

Sejak minggu pertama peluncuran, pre-order hampers ini langsung membludak. Banyak pelanggan mengungkapkan bahwa hampers ini terasa personal, seolah mereka menerima perhatian dalam bentuk paket kecil yang penuh cinta.

“Rasanya hangat. Bukan cuma makanan, tapi juga vibes yang dikirim,” tulis salah satu pelanggan di media sosial. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *