Lapaan Tolak Usulan Anggota DPR Zainul Munasichin Terkait Penyelamatan Sritex oleh Danantara 

SUKABUMITIMES.COM – Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (Lapaan) RI Jateng menolak upaya penyelamatan PT Sritex dengan menyuntikkan dana dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Lapaan RI Jateng BRM Kusumo Putro di Solo pada Sabtu (5/4/2025).

“Uang yang dihimpun Danantara dari 14 emiten BUMN harus sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Danantara berperan mengonsolidasikan aset-aset pemerintah. Lalu apakah Sritex itu bagian dari aset pemerintah?” kata Ketua Lapaan RI Jateng BRM Kusumo Putro.

Dirinya menegaskan, Sritex bukan perusahaan milik negara atau BUMN. Maka jika Sritex pailit, maka pemerintah harus fokus membantu eks karyawan yang hingga kini belum 100 persen mendapatkan hak-haknya.

“Negara tidak boleh pilih kasih dalam membantu kesulitan finansial perusahaan-perusahaan di Tanah Air. Pabrik tekstil yang mengalami kesulitan tidak hanya Sritex Grup. Jadi mereka juga harus diperlakukan yang sama,” tegasnya.

Ia menyebut, harus ada investigasi terkait ketidakmampuan Sritex membayar utang hingga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

“Apakah ada unsur kesengajaan dari manajemen dan pemilik perusahaan? Pemerintah harus jeli sebelum membuat keputusan untuk menyelamatkan Sritex. Perlu dipahami bahwa tutupnya Sritex bukan sebuah bencana yang harus ditangisi berlarut-larut,” tandasnya.

Dia menilai, menunggu kurator mendapat investor baru untuk melanjutkan operasional Sritex dan menjanjikan eks karyawan dapat kembali bekerja melalui perjanjian kontrak baru, bakal sulit terwujud.

“Kami mendapat informasi bahwa karyawan yang kena PHK diminta menandatangani kontrak kerja baru dengan investor baru. Tapi sampai sekian hari belum ada pernyataan resmi dari kurator tentang siapa investor baru itu,” ungkapnya.

“Intinya kami menentang jika Danantara dilibatkan untuk menghidupkan kembali Sritex. Alasannya sederhana, kalau Danantara gagal membuat Sritex bangkit, siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Perlu diketahui, wacana BPI Danantara dilibatkan untuk menyelamatkan Sritex merupakan usulan anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin saat menerima audensi Serikat Pekerja Sritex Group di Jakarta pada 4 Maret 2025.

Wakil rakyat dari Dapil Jabar 4 (Kabupaten dan Kota Sukabumi) itu menilai, bahwa industri tekstil menjadi sektor strategis yang perlu mendapat perhatian negara.

“Apakah mau investor swasta, BUMN atau pakai Danantara, tapi yang pasti negara harus hadir dalam konteks industri sandang,” pungkasnya. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *