SUKABUMITIMES.com – Keterbatasan kapasitas tempat pengolahan sampah menjadi tantangan yang dihadapi Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.
Saat ini, wilayah tersebut hanya memiliki satu Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang berada di RW 3 dan dikelola oleh tiga orang petugas.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah kelurahan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang terus didorong adalah pemilahan sampah sejak dari rumah dan lingkungan RT.
Lurah Sukakarya, Sri Andayani, mengatakan sosialisasi pengelolaan sampah terus dilakukan dengan sasaran 49 RT dan 13 RW.
Menurutnya, perubahan pola penanganan sampah harus dimulai dari masyarakat sebagai penghasil sampah.
“Pemilahan dari sumber sangat penting agar sampah organik dan anorganik tidak tercampur sebelum masuk ke tempat pengolahan,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Keterbatasan TPS3R membuat seluruh sampah yang dihasilkan warga belum dapat ditangani secara optimal.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dinilai menjadi salah satu kunci dalam mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Ketua Restu Bumi, Kia Florita, turut mendorong pembentukan satuan tugas penanganan sampah di setiap RT.
Dengan adanya satgas, proses pengelolaan diharapkan dapat dimulai dari lingkungan paling kecil.
“Harapan saya setiap ke-RT-an ada satgas masing-masing, sehingga penyelesaian sampah dimulai dari bawah, langsung dari RT,” kata Kia.
Menurut istri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, pola lama kumpul, angkut, dan buang harus mulai ditinggalkan.
“Masyarakat perlu membangun kebiasaan baru dengan memilah sampah sesuai jenisnya sebelum disalurkan ke tempat pengolahan,” ujarnya.
Selain TPS3R, Kelurahan Sukakarya juga mulai merintis pengembangan bank sampah di RW 3 sebagai proyek percontohan.
Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap ke wilayah RT dan RW lainnya.
Pemerintah kelurahan juga membuka peluang pembentukan tim atau satuan tugas penanganan sampah dengan melibatkan LPM dan unsur kewilayahan.
Rencana tersebut akan dikaji lebih lanjut sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dengan keterbatasan fasilitas yang ada, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi harapan baru bagi Kelurahan Sukakarya.
Perubahan kecil dari rumah dan RT diharapkan mampu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. (uml)
























