SUKABUMITIMES.com — Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi, Apit Haeruman, mengutuk keras dugaan pemerasan terhadap seorang Kepala Sekolah di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan.
Apit menegaskan, profesi jurnalis tidak boleh digunakan sebagai alat untuk melakukan pemerasan maupun kepentingan pribadi.
Hal tersebut disampaikannya melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi sukabumitimes.com pada Senin (31/8/2026).
“IJTI Korda Sukabumi mengutuk keras dugaan oknum wartawan yang melakukan pemerasan terhadap narasumber,” tegas Apit.
Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan kode etik jurnalistik yang menjadi pedoman jurnalis dalam menjalankan profesinya.
“Penggunaan profesi jurnalis sebagai alat untuk melakukan pemerasan tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik yang menjadi ruh jurnalis dalam menjalankan profesinya,” ujarnya.
Apit juga mengecam segala bentuk kekerasan dan premanisme, terlebih apabila terjadi di lingkungan pendidikan.
“IJTI Korda Sukabumi mengutuk keras kekerasan berbentuk premanisme dalam bentuk apapun di lingkungan pendidikan demi menjaga mental dan psikis anak di bawah umur,” tegasnya.
Ia mendorong pihak sekolah, PGRI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi maupun pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum.
“Kami mendorong dan mendukung pihak sekolah, PGRI, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ataupun pihak yang dirugikan untuk menempuh jalur hukum sesuai koridor hukum yang berlaku,” kata Apit.
Selain itu, IJTI Korda Sukabumi mendukung kepolisian agar mengusut dugaan kasus tersebut secara profesional dan akuntabel.
“Kami mendukung penuh Kepolisian Resor Sukabumi Kota untuk mengungkap dugaan pemerasan yang terjadi dengan penegakan hukum yang profesional dan akuntabel,”!tegasnya.
Apit menambahkan, IJTI akan terus menjaga kemerdekaan pers sekaligus mengawal profesionalisme jurnalis agar tidak disalahgunakan.
“IJTI terus mengawal kemerdekaan pers yang profesional dan terarah sebagai marwah jurnalisme rekan-rekan jurnalis Indonesia,” pungkasnya. (sya)


























