SUKABUMITIMES.COM – Kota Sukabumi bersiap mencatatkan sejarah baru dalam peta diplomasi daerah. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengumumkan rencana ambisius untuk mendatangkan setidaknya 20 duta besar dari berbagai negara sahabat pada pertengahan April 2026.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan strategi “jemput bola” untuk memperkenalkan potensi Sukabumi langsung kepada para pembuat kebijakan internasional.
Rencana ini menjadi angin segar bagi upaya pemulihan dan percepatan ekonomi daerah. Ayep Zaki menegaskan bahwa mengundang para diplomat asing adalah cara paling efektif untuk melakukan branding kota tanpa harus melewati birokrasi promosi konvensional yang seringkali memakan waktu lama.
“Sengaja saya undang agar Kota Sukabumi bisa dilihat dan dikenal oleh dunia,” ujar Ayep Zaki.
Ia memandang bahwa kehadiran perwakilan negara asing akan memberikan validasi terhadap keamanan dan potensi investasi di Sukabumi.
Masih menurut Ayep, mereka selama kunjungan tersebut, para duta besar dijadwalkan akan mengikuti serangkaian agenda intensif yang dirancang untuk memamerkan keunggulan Sukabumi.
“Beberapa nanti akan kita ekspos mengenalkan kekayaan alam dan cagar budaya yang selama ini lebih banyak dikenal oleh turis domestik,” ungkapnya.
“Selain itu, akan diperkenalkan produk UMKM unggulan yang memiliki standar kualitas ekspor,” tambahnya.
Wali Kota Ayep Zaki juga mengatakan kunjungan tersebut tentu akan memudahkan pemaparan untuk kemudahan perizinan dan sektor-sektor strategis yang siap dikerjasamakan dengan investor asing.
“Kita undang ke sini supaya mereka bisa mengeksplor Sukabumi. Ketika kembali ke negaranya masing-masing, mereka bisa menyampaikan potensi apa saja yang ada di sini,” jelas Ayep lebih lanjut.
Inisiatif ini diklaim sebagai yang pertama kali dilakukan dalam sejarah kepemimpinan di Kota Sukabumi.
Ayep Zaki menekankan bahwa seorang kepala daerah harus memiliki visi global dan koneksi internasional yang kuat untuk membangun daerahnya.
“Ini memang tugas wali kota, membawa daerahnya dikenal dunia. Saya menjadi pemimpin pertama yang membawa para duta besar dari berbagai negara datang langsung ke Sukabumi,” tegasnya penuh optimisme.
Para pengamat kebijakan publik menilai langkah ini dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Sukabumi. Dengan kehadiran 20 duta besar, Sukabumi memiliki kesempatan unik untuk membangun “Sister City”, menjajaki kerja sama kota kembar yang dapat memfasilitasi pertukaran budaya dan pendidikan, mengubah citra Sukabumi dari kota transit menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara dan mempermudah produk lokal menembus pasar internasional melalui jalur diplomasi perdagangan. (*/sya/
























