Pertengahan Juli 2025, Progres Perbaikan Jembatan Bojongkopo Simpenan Sukabumi Capai 69 Persen

SUKABUMITIMES.COM – Progres perbaikan Jembatan Bojongkopo yang terletak di Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga pertengahan Juli 2025 ini, pekerjaan konstruksi yang terus dikerjakan para pekerja dipapangan berdasarkan informasi telah mencapai 69 persen.

Petugas lapangan dari PPK 2.3 Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan berjalan lancar, meskipun tetap dibayangi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Alhamdulillah, progres pembangunan jembatan sudah 69 persen. Sejauh ini pekerjaan berjalan lancar, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas, terutama karena cuaca yang sulit diprediksi,” ungkap Dedi kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Dedi optimistis proyek tersebut dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Jika tidak ada kendala berarti, jembatan vital ini akan selesai dan bisa kembali dilalui masyarakat pada awal September 2025.

“Kita harap tidak ada hambatan yang signifikan. Insyaallah awal September 2025 sudah selesai dan jembatan bisa kembali digunakan masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada perbaikan Jembatan Bojongkopo, Dedi juga menegaskan bahwa PPK 2.3 turut memantau beberapa ruas jalan lain yang menjadi tanggung jawabnya.

“Kami juga memberi perhatian khusus pada sejumlah titik di wilayah kerja kami, termasuk jembatan alternatif Bojongkopo sebagai akses penunjang sementara,” tambahnya.

Sebagai informasi, Jembatan Bojongkopo berada di ruas jalan nasional Bagbagan–Kiara Dua dan sempat mengalami kerusakan parah. Jembatan ambles hingga sedalam empat meter akibat terjangan banjir bandang Sungai Cidadap pada Kamis malam, 6 Maret 2025.

Bencana itu tidak hanya memutus akses vital di wilayah selatan Sukabumi, tetapi juga merusak sejumlah rumah warga akibat luapan air sungai. Untuk menjaga konektivitas dan mempermudah aktivitas warga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PPK 2.3 pun bergerak cepat dengan membangun jembatan alternatif. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *