SUKABUMITIMES.com – Peluncuran layanan jaringan 5G Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Sukabumi menjadi langkah perusahaan dalam menghadirkan konektivitas digital yang lebih cepat dan stabil bagi masyarakat.
Kehadiran teknologi ini juga diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi kreatif, pelaku UMKM, konten kreator, hingga komunitas gamers di Kota Sukabumi.
Executive Vice President (EVP) Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Swandi Tjia, mengatakan bahwa peluncuran 5G tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi baru atau mengunggulkan angka kecepatan di atas kertas, tetapi membuktikan kualitas jaringan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita bukan hanya berbicara masalah angka giga yang ada di atas kertas. Tetapi ini merupakan pembuktian bahwa 5G ini adalah solusi yang kita berikan untuk masyarakat Sukabumi,” ujar Swandi Tjia.
Ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam layanan jaringan generasi kelima tersebut adalah kestabilan koneksi, terutama ketika digunakan oleh banyak orang secara bersamaan.
“Dengan kondisi orang yang begitu banyak, biasanya yang nge-lag. Jadi, kalau saya tes tadi kecepatannya itu masih bisa 300 Mbps. Nah, ini membuktikan bahwa memang kestabilan itu sangat penting sekali,” katanya.
Swandi menegaskan, Indosat ingin memastikan bahwa kualitas jaringan yang ditawarkan tidak hanya sebatas klaim, tetapi dapat dibuktikan melalui pengujian langsung.
“Jadi, bukan hanya kita mengklaim angka, tetapi pembuktian itu sangat penting,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, Sukabumi menjadi wilayah penting bagi Indosat karena pangsa pasarnya disebut hampir mencapai 60 persen.
“Termasuk juga apresiasi khususnya untuk masyarakat Sukabumi, karena kita di sini market share-nya hampir 60 persen. Jadi, ini merupakan bentuk apresiasi kita juga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Swandi mengatakan, kehadiran jaringan 5G di Sukabumi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
“Jaringan kita untuk men-support pemerintah dalam hal ekonomi kreatif, dan juga untuk men-support teman-teman yang sekarang UMKM, konten kreator, gamers. Itu adalah salah satu bentuk komitmen daripada Indosat,” jelasnya.
Selain peluncuran 5G, Indosat juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui pengembangan konsep Smart City.
Swandi menyampaikan, perusahaan telah menjalin kerja sama terkait Smart City dengan sejumlah daerah, di antaranya Bali, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Samarinda.
“Kalau Smart City sebenarnya ada beberapa daerah yang kita sudah kerja sama. Misalnya contohnya yang ada di Bali, kemudian di Solo, Jogja, kemudian ada juga di wilayah Banjarmasin, Samarinda,” paparnya.
Khusus untuk Sukabumi, ia mengungkapkan bahwa pendekatan kepada pemerintah daerah telah dilakukan beberapa kali. Namun, rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan.
“Kalau Sukabumi, kita sudah beberapa kali sudah kita approach. Tapi, kalau Cianjur sudah,” katanya.
Swandi menambahkan, peluang kolaborasi di Sukabumi terbuka seiring dengan mulai beroperasinya jaringan 5G Indosat di wilayah tersebut.
“Kalau Sukabumi kemungkinan besar kita akan maju, karena 5G kita barusan on,” ujarnya.
Menurutnya, penjajakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemanfaatan teknologi digital.
“Jadi, kemungkinan besar kita coba akan approach, karena ini inline dengan cita-cita pemerintah daerah, bagaimana untuk mendorong ekonomi kreatif,” pungkasnya. (sya)
































