SUKABUMITIMES.COM – Hamparan lahan subur di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, bukan sekadar menjadi ladang bagi petani. Potensi sayuran yang melimpah kini mulai diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru desa.
Beragam komoditas seperti bayam, kangkung, sawi, wortel, lobak, kentang, tomat, cabai hingga terong tumbuh di wilayah tersebut. Hasil panennya bahkan telah dipasok ke sejumlah pasar tradisional maupun modern di Sukabumi dan sekitarnya.
Namun, potensi besar itu dinilai belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Persoalan pengelolaan hasil panen, pemasaran, stabilitas harga hingga akses pasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Camat Kabandungan Lilih Resmiati mengatakan, Desa Mekarjaya memiliki modal alam yang kuat untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra utama produksi sayuran di Kecamatan Kabandungan.
Karena itu, penguatan kelembagaan ekonomi desa menjadi salah satu strategi yang akan didorong. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak dari sektor hulu hingga hilir.
“Potensi sayuran Desa Mekarjaya adalah kekayaan yang harus dikelola bersama dengan baik,” ungkap Lilih belum lama ini.
Menurutnya, BUMDes nantinya tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual beli, tetapi dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung kebutuhan petani.
Mulai dari membantu pengadaan pupuk, bibit unggul dan sarana pertanian, hingga menampung hasil panen petani. Hasil produksi juga akan diarahkan melalui proses penyortiran dan pengemasan agar memiliki kualitas serta nilai jual yang lebih tinggi.
Langkah tersebut dinilai penting agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen secara konvensional.
“BUMDes juga diharapkan mampu membuka jaringan pemasaran yang lebih luas sekaligus menjaga kesinambungan pasokan. Bahkan, peluang pengembangan produk olahan berbahan dasar sayuran akan didorong untuk memperpanjang masa simpan sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru,” tegasnya.
“Melalui BUMDes dan kolaborasi Pentahelix, kita yakin Desa Mekarjaya dapat menjadi desa mandiri dan contoh sukses pengembangan potensi pertanian di Kecamatan Kabandungan,” sambungnya.
Tak berhenti pada penguatan BUMDes, Pemerintah Kecamatan Kabandungan juga mendorong kolaborasi Pentahelix untuk mempercepat pengembangan potensi pertanian Mekarjaya. Kolaborasi tersebut melibatkan lima unsur, yakni pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Kelima unsur itu diharapkan memiliki peran masing-masing. Akademisi dapat memberikan pendampingan terkait teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan, sementara dunia usaha dapat membuka peluang permodalan, investasi serta akses pasar,” tuturnya.
Di sisi lain, komunitas dan masyarakat, termasuk kalangan pemuda desa, didorong terlibat dalam inovasi produk dan pemasaran digital.
“Media memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi dan produk unggulan Mekarjaya kepada masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.
Dengan pola tersebut, Lilih mengatakan pengembangan sektor sayuran diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Lebih jauh, Mekarjaya ditargetkan mampu membangun ekosistem pertanian yang memberikan keuntungan lebih besar kepada petani.
“Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah lahirnya merek dagang khas sayuran “Mekarjaya” yang memiliki identitas dan dikenal lebih luas,” tuturnya.





