SUKABUMITIMES.com — Kepala BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabarudin mengungkapkan, kebakaran melanda sejumlah kios di Jalan Pelabuhan II, RT 002/RW 001, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
“Informasi yang kami terima, kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. BPBD menerima laporan pada pukul 13.15 WIB dan langsung melakukan pengecekan serta penanganan ke lokasi,” ujar Yoseph Sabarudin.
Menurut Yoseph, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu pelanggan. Api diketahui setelah seorang saksi mendengar suara seperti ranting patah dan kemudian melihat asap mengepul dari salah satu kios.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik milik pelanggan,” katanya.
“Berdasarkan informasi dari saksi, sempat terdengar suara seperti ranting patah. Ketika diperiksa, ternyata sudah terlihat asap mengepul dari Kios Tahu Krispi,” sambungnya.
Yoseph menjelaskan, sedikitnya tiga kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Ketiga kios itu masing-masing merupakan kios rumah makan, kios tahu krispi dan kios konter handphone.
“Jadi ada tiga kios yang terdampak, yaitu kios rumah makan, kios tahu krispi dan kios konter HP,” jelasnya.
Selain tiga kios, satu unit bangunan rumah milik Yeti Hermawati, 69 tahun, juga sempat terancam akibat kebakaran tersebut. Yeti tercatat sebagai satu keluarga dengan empat anggota keluarga.
“Untuk korban terdampak ada satu kepala keluarga, yaitu Ibu Yeti Hermawati, usia 69 tahun, dengan jumlah anggota keluarga empat jiwa,” ungkap Yoseph.
Ia menyebutkan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 138 meter persegi. Sementara itu, kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp100 juta.
“Luas yang terdampak kurang lebih 138 meter persegi,” ujarnya.
“Untuk taksiran kerusakan sementara kurang lebih Rp100 juta,” tambahnya.
Meski demikian, Yoseph memastikan tidak ada korban yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
“Untuk korban mengungsi nihil. Sampai dengan update pukul 15.30 WIB, tidak ada warga yang mengungsi,” tegasnya.
BPBD Kota Sukabumi bersama unsur terkait langsung melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, pengecekan lokasi, pendataan hingga penanganan di lapangan.
“Kami menerima laporan, kemudian melakukan pengecekan ke lokasi, pendataan dan penanganan, serta melaporkan perkembangan kepada pimpinan,” tutur Yoseph.
Dalam proses penanganan, BPBD Kota Sukabumi dibantu Damkar Kota Sukabumi, Koramil Citamiang, Bhabinsa Tipar, Polsek Citamiang, Bhabinkamtibmas Tipar, SIGAP PSC Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Tipar, ORARI, relawan tanggap bencana, RT/RW serta warga.
“Penanganan di lapangan melibatkan banyak unsur, mulai dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, tenaga kesehatan, kelurahan, ORARI, relawan, RT/RW dan masyarakat,” kata Yoseph.
BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya terpal, hygiene kit dan perlengkapan tidur.
“Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain terpal, hygiene kit dan perlengkapan tidur,” pungkasnya. (*/sya)

































