SUKABUMTIMES.COM – Polemik pembangunan glamping yang sempat viral karena dituding menutup jogging track di kawasan Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menyisakan persoalan yang lebih mendasar.
Meski bangunan glamping tersebut kini telah dibongkar atas desakan dan himbauan dari dinas atau instansi terkait, namun kritik terhadap tata kelola kawasan wisata unggulan itu justru kini jadi bahan pertanyaan sejumlah warga.
Ketua Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) Kabupaten Sukabumi, Firman Hidayat, menilai setelah instansi terkait melakukan penertiban terhadap bangunan glamping, seharusnya penataan tidak boleh berhenti sebagai respons sesaat akibat tekanan dari publik.
Firman mempertanyakan ketegasan pemerintah daerah dan dinas terkait dalam menata fasilitas publik, khususnya jogging track yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung.
“Kemarin glamping menuai sorotan dan akhirnya ditertibkan. Tapi hari ini kami justru mempertanyakan konsep, fungsi, hingga keberlanjutan penataan jogging track itu sendiri. Apakah benar-benar dirancang untuk kepentingan publik?” ujar Firman
Menurutnya, penataan jogging track di kawasan Pantai Citepus semestinya dilakukan secara menyeluruh, bukan parsial atau hanya di titik-titik yang sempat viral. Firman menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi membela pengusaha maupun investor, namun meminta aturan ditegakkan secara adil dan konsisten.
“Kami bukan membela investor. Izin tetap harus ditegakkan. Tapi aneh saja, kalau dilihat langsung ke lapangan, masih banyak bangunan yang menutup atau menghalangi jogging track, mulai dari RTH Pantai Citepus sampai Pantai Citepus Istana Presiden,” tegasnya.
Jogging track yang dibangun di kawasan wisata andalan Kabupaten Sukabumi itu, lanjut Firman, awalnya diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman, aman, sekaligus mendukung aktivitas wisata. Namun realitas di lapangan justru jauh dari harapan.
Firman juga menyoroti kondisi jogging track yang kerap dipenuhi bangku-bangku dan bangunan warung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pejalan kaki maupun wisatawan.
“Tujuannya jelas untuk kenyamanan wisatawan. Tapi saat pengunjung membludak, jogging track malah berubah fungsi, dipenuhi bangku dan lapak warung,” jelasnya.
Tak hanya soal fungsi, Firman juga menyinggung aspek estetika dan perawatan. Ia menyebut, sejumlah titik jogging track terlihat kotor, kumuh, dan kurang terawat, sehingga mengurangi keindahan Pantai Citepus yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata Palabuhanratu.
“Pemerintah daerah jangan hanya fokus pada lokasi yang kemarin viral saja. Penegakan penataan jogging track ini terkesan tebang pilih,” kritiknya.
Firman kembali mencontohkan kondisi jogging track di sepanjang Pantai Citepus Istana Presiden, termasuk area sekitar lokasi bersebelahan dengan bangunan glamping sebelumnya ke arah barat hingga Citepus Muara, yang menurutnya masih terlihat semrawut dan tertutup bangunan dan bangku bangku pedagang.
“Di sekitar Pantai Citepus Istana Presiden kondisinya masih sama, kumuh dan tertutup bangunan. Bahkan di sisi barat ke Pantai RTH Citepus sampai Citepus Muara, itu jelas bisa dilihat sendiri lah bagaimana fungsi joging tracknya,” tambahnya.
Firman menegaskan, Pantai Citepus merupakan wajah pariwisata Kabupaten Sukabumi. Karena itu, fasilitas publik yang dibangun seharusnya memperkuat daya tarik wisata, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
“Kami juga belum menerima penjelasan resmi soal konsep penataan jogging track yang kemarin viral itu. Padahal, kalau dikelola dengan baik, investor pun bisa berkontribusi menambah PAD Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia memastikan, kritik yang disampaikan murni demi kemajuan pariwisata daerah, bukan didorong kepentingan tertentu.
“Kami tidak punya kepentingan apa pun. Kami hanya ingin kawasan Pantai Palabuhanratu semakin tertata, nyaman, dan semakin banyak wisatawan yang datang,” tandas Firman.
Firman pun berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan jogging track dan fasilitas publik di kawasan Pantai Citepus
“Itu agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, wisatawan, serta kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi,” tandasnya. (stm)


























