SUKABUMITIMES.COM – Di tengah ketegangan evakuasi yang dilaksanakan tim Sar Gabungan, sebuah momen haru terjadi saat seorang bayi berusia delapan bulan harus diselamatkan lebih dahulu.
Bayi tersebut dievakuasi bersama neneknya, sementara kedua orang tuanya masih berada di ladang dan belum dapat dijangkau oleh tim Sar gabungan saat itu.
Adalah Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti, satu satunya seorang perempuan yang turut terjun langsung ke lapangan bersama tim Sar Gabungan ikut berada di perahu karet sambil menggendong bayi tersebut.
“Tadi memang ada bayi usia delapan bulan yang harus segera diselamatkan. Kami gendong karena orang tuanya belum bisa dievakuasi, kebetulan sedang berada di ladang,” tutur AKP Bayu saat diwawancara.
AKP Bayu Sunarti yang menjadi satu-satunya perempuan dalam tim sar gabungan, menegaskan bahwa keterlibatannya di lapangan adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan juga sebagai kapolsek Simpenan, Polres Sukabumi.
“Walaupun saya perempuan, tetap semangat untuk kemanusiaan. Ini sudah hari ketiga kami menangani bencana di beberapa titik,” tegasnya.
Sejak dua minggu menjabat sebagai Kapolsek Simpenan, AKP Bayu mengaku telah menghadapi sejumlah bencana, mulai dari longsor yang menutup jalan nasional di Kampung Ciawi Tali, hingga banjir dan longsor di Kampung Sawahtengah dan wilayah Loji.
“Ini hari ketiga saya dilokasi bencana, rencana masih ada beberapa tempat yaitu Desa Mekarasih, Desa Cihaur, dan Ciletuh yang berada di Loji ini juga terkena banjir,” terangnya.
“Alhamdulillah saya satu satunya perempuan yang ikut dalam tim Gabungan melaksanakan penanganan bencana, walaupun saya perempuan tetap semangat untuk kemanusiaan,” tandasnya. (stm)

























