Kolaborasi DPPKB dan IBI Sukabumi, Perkuat Peran Bidan dalam Percepatan Penurunan Stunting Menuju Generasi Emas

SUKABUMITIMES.COM – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Keluarga (DPPKB) mengejar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para bidan desa yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KPDA Kabupaten Sukabumi pada Senin (30/6/2025) ini mengangkat tema pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendampingi keluarga menuju generasi sehat dan berkualitas.

Kepala Keluarga sejahtera, Yeni Astriyani menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan untuk memberikan penguatan dan pencerahan materi kepada para bidan desa yang merupakan mitra strategis dalam pendampingan keluarga

“Dari tahun ke tahun, kinerja pendampingan sudah dinilai cukup baik. Namun melalui Rakor ini, kami ingin meningkatkan kualitas kerja dan semangat para pendamping agar lebih optimal dalam mendampingi keluarga, khususnya calon pengantin, ibu hamil, dan ibu dengan balita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa angka stunting di Kabupaten Sukabumi berdasarkan data yang dirilis Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 berada di angka 16%. Target nasional dalam Strategi Nasional Penurunan Stunting tahun 2025-2029 adalah mencapai angka 14,04% di tahun 2025, dan terus ditekan hingga 5% pada tahun 2029.

Oleh karena itu, DPPKB terus menggencarkan edukasi dan intervensi melalui tim pendamping keluarga yang berjumlah sekitar 6.300 orang.

“Pencegahan stunting bukan hanya tentang intervensi medis, tetapi juga pola asuh. Masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya pemberian gizi seimbang dan deteksi dini terhadap penyakit yang dapat memicu stunting. Di sinilah peran edukatif dari tim pendamping menjadi sangat penting,” jelas Yeni.

Dalam Rakor ini turut hadir Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi serta dua perwakilan bidan desa dari setiap kecamatan.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang memberikan pemahaman menyeluruh tentang strategi pencegahan stunting dari perspektif medis dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua IBI Cabang Sukabumi, Hj. Ani Andriani, menyampaikan bahwa bidan memiliki peran krusial sebagai pendamping keluarga dalam menyiapkan generasi berkualitas sejak masa remaja.

Melalui berbagai program seperti Dhematri (Dewan Kesehatan Remaja Terintegrasi) dan Bina Kelautan Remaja, bidan juga berperan dalam edukasi kesehatan reproduksi dan simulasi intervensi tumbuh kembang anak.

“Bidan tidak dapat berjalan sendiri, kami perlu bersinergi dengan pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Tujuannya adalah agar setiap keluarga memiliki pengetahuan dan dukungan untuk mencegah stunting sejak dini, sehingga tidak berujung pada kondisi gizi buruk. Kami siap mendukung penuh langkah pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Hj. Ani.

Kolaborasi ini menjadi harapan besar dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi. DPPKB dan IBI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi, intervensi, serta penguatan kapasitas pendamping keluarga demi tercapainya masyarakat Sukabumi yang sehat, berkualitas, dan mubarokah. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *