SUKABUMITIMES.COM – Triwulan I 2025 mencatat sejarah baru bagi sektor pertanian Indonesia. Berdasarkan data BPS menunjukkan produksi padi melonjak hingga 51,45% dan jagung naik 39,02% dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadikan pertanian sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu 10,52% (year-on-year), bahkan melampaui sektor perdagangan dan industri pengolahan.
Tidak hanya itu, cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi 3,5 juta ton dalam 57 tahun terakhir, semuanya hasil panen petani lokal tanpa impor beras medium.
Kementerian Pertanian mencatat serapan beras oleh Bulog mencapai 1,8 juta ton hingga awal Mei 2025, menandai keberhasilan kebijakan pertanian yang tepat sasaran dan berpihak pada petani.
Pertanian juga menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar, dengan kontribusi 28,54% dari total tenaga kerja nasional.Ketahanan pangan kuat, ekonomi tumbuh, petani sejahtera.
Demikian juga dengan laporan dari USDA Rice Outlook edisi April 2025, produksi beras Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN, menyalip Vietnam dan Thailand.
Diperkirakan, produksi beras Indonesia di musim tanam 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton, meningkat 600 ribu ton dari proyeksi sebelumnya dan naik 4,8% dibanding tahun lalu.
Capaian ini membuktikan bahwa sektor pertanian kita terus tumbuh dan tangguh dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian akan terus mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jika sektor pertanian terganggu, maka akan mengganggu sektor lainnya.
“Jika sektor pertanian terganggu, maka sektor lainpun akan terdampak. Namun saat ini, justru pangan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*/sya)



























