Rumah Warga Terdampak Langsung Bencana Dipastikan Terima Bantuan, Ini Penjelasan Kepala BNPB Suharyanto

SUKABUMITIMES.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan bahwa warga yang rumahnya terdampak bencana alam di Kabupaten Sukabumi akan menerima bantuan.

Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sukabumi yang dipimpin Bupati Asep Japar para Sabtu (8/3/2025) kemarin.
“Kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi lanjutan. Seperti diketahui, Wakil Presiden telah berkunjung kemarin untuk meninjau dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi dua hari lalu akibat hujan deras selama lima jam berturut-turut,” ujar Suharyanto.

Bencana tersebut, menurut Suharyanto telah menelan korban jiwa sebanyak tujuh orang, sebagian korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara beberapa lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Korban tersebar di tiga kecamatan, yaitu Lengkong, Simpenan, dan Palabuhanratu. Basarnas bersama tim gabungan TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian,” jelasnya.

Selain korban jiwa, lanjut Suharyanto, bencana juga merusak infrastruktur, termasuk jembatan Bojongkopo yang ambruk. Untuk mengatasi hal ini, BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memasang jembatan sementara jenis Bailey.
“Jembatan Bailey akan dipasang agar transportasi warga tidak terhenti. Paling lambat setelah Hari Raya, jembatan permanen akan dibangun kembali oleh Kementerian PUPR,” tegas Suharyanto.

Tidak hanya jembatan, bencana juga merusak ratusan rumah warga di beberapa titik, termasuk di Kampung Gumelar, Kelurahan Palabuhanratu. “Ada sekitar 100 hingga 200 unit rumah yang rusak, mulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Kami telah berkoordinasi dengan Pemda Sukabumi untuk membantu pembersihan material rumah yang rusak,” ungkapnya.

BNPB juga telah memberikan bantuan logistik dan alat pembersih kepada warga terdampak.
“Warga di sini memiliki hak yang sama seperti di tempat lain. Kami telah membantu membersihkan rumah-rumah yang kotor dan menyediakan logistik yang diperlukan,” imbuhnya.

Suharyanto menegaskan, bantuan perbaikan rumah akan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan. “Rumah dengan kerusakan ringan akan mendapat bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat akan disesuaikan. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan bersama Pemda Sukabumi,” paparnya.

Untuk korban jiwa, Kementerian Sosial akan memberikan santunan sesuai dengan protap yang berlaku. “Kementerian Sosial akan datang ke sini untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga korban,” ucapnya.

“BNPB berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak bencana, termasuk dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *