SUKABUMITIMES.COM – Alun-Alun Laut Gadobangkong yang berlokasi di jalan Kidang Kencana, salah satu ikon wisata di Palabuhanratu, kembali menjadi sorotan.
Kali ini, perhatian publik tertuju pada kerusakan ornamen patung penyu yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Patung yang baru dibangun sekitar enam bulan lalu itu kini mengalami kerusakan di beberapa bagian. Bahkan, material pembuatannya yang diduga dari kardus dan rangka bambu menuai perbincangan hangat di media sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengakui kondisi tersebut dan menyebut cepatnya kerusakan patung penyu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ade menjelaskan bahwa Alun-Alun Gadobangkong, termasuk patung penyu, dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran mencapai Rp15,6 miliar. Setelah rampung, aset tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada akhir 2024.
Namun, hingga kini, Pemkab Sukabumi belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaannya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar atas pembangunan ini. Namun, memang belum ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk perawatan,” ungkap Sekda Ade. Rabu (5/3/2025).
Ade mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam melakukan perbaikan patung penyu yang rusak. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan kajian teknis sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk intervensi anggaran perbaikan. Namun, kami akan mengkaji solusi terbaik,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Sukabumi tetap berupaya menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan wisata Gadobangkong. Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah dikerahkan untuk mengatur pedagang serta memastikan kebersihan area sekitar.
“Ke depan kami akan mengalokasikan anggaran perbaikan, tetapi tentu harus melalui proses yang matang,” tandas Ade. (stm)


























