SUKABUMITIMES.COM – Tim sar gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang hilang akibat insiden terhempasnya dua pemancing terhantam gelombang tinggi di kawasan Pantai Karang Gaeu Cihurang, kawasan Geopark Ciletuh, Desa Girimukti, kabupaten Sukabumi.
Namun, hingga menjelang malam, upaya pencarian tim Sar gabungan belum membuahkan hasil terhadap korban Erik (28 tahun) salah satu dari dua korban yakni Wandi (20) yang sebelumnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga.
Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dalam keterangan resminya mengungkapkan, bahwa tim sar telah berupaya maksimal dengan mengerahkan segala upaya untuk menemukan korban yang masih hilang.
“Kami melakukan pencarian baik di laut maupun udara, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan operasi berjalan maksimal,” ujarnya.
Desiana Kartika Bahari menjelaskan, upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan di hari pertama dengan menggunakan dua metode, yakni pencarian menggunakan perahu nelayan sejauh 2 NM (Nautical Mile) dari lokasi kejadian dan pencarian melalui udara menggunakan drone dengan jangkauan 200 meter.
“Upaya ini dilakukan secara intensif dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” jelasnya.
Namun, kata Desiana lagi, hingga petang hari, upaya pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Sukabumi, Polsek Ciemas, Koramil Ciemas, Syahbandar Ciemas, Pos AL Ciemas, Balawista, P2BK BPBD Kabupaten Sukabumi, HNSI Ciemas, Kecamatan Ciemas, serta keluarga korban belum membuahkan hasil.
“Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam operasi pencarian ini,” terangnya.
Sebelumnya di beritakan, insiden kecelakaan terhadap dua orang nelayan tersebut terjadi pada Rabu (19/2) sekitar pukul 17.00 WIB, dengan menggunakan perahu congkreng atau perahu dayung hendak memancing dengan disekitar Karang Daeu Cihurang, Desa Girimukti, kecamatan Ciemas, bersama satu orang lainnya bernama Hendi (43), menempuh waktu perjalanan menuju lokasi mancing sekitar 20 menit
Kemudian dua orang korban yang sebelumnya naik perahu pindah memancingnya dengan menuju diatas Karang, sedangkan saksi atau Hendi kembali ke darat dengan tujuan akan memperbaiki perahu yang mengalami kerusakan pada bagian kincangnya.
Selanjutnya sekitar pukul 18.15 Wib setelah memperbaiki perahu, kembali ketempat dimana dua orang korban memancing, saksi sudah mendapati kedua rekannya itu sudan tidak ada dilokasi dan diduga mereka terjatuh ke laut akibat tersapu gelombang ombak besar. (stm)


























