SUKABUMITIMES.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari juga memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Giri Asih, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas.
Material longsor sempat menutup akses jalan utama penghubung antara Tamanjaya Cigaru sempat terhambat sebelum akhirnya berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan dibantu masyarakat sekitar dengan alat seadanya.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Entis Daeng Sutisna dalam keterangannya yang diterima Sukabumitimes.com menerangkan, peristiwa longsor terjadi pada Selasa (11/11/2025) kemarin sekitar pukul 03.30 WIB, saat hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut.
“Material tanah dan batu kemarin sempat menutup badan jalan, sehingga membuat akses transportasi warga sempat terputus, tapi sekarang udah dibersihkan,” ungkap Entis Daeng Sutisna.
Lebih lanjut Entis Daeng Sutisna mengatakan upaya penanganan langsung dilakukan di lapangan begitu laporan masuk, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak perusahaan.
“Iya ada dari PT Wilton, yang menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor,” ujar Entis.
Menurutnya, proses pembersihan berlangsung cukup cepat, dalam aksinya sekitar beberapa jam setelah kejadian, jalur sudah bisa kembali dilalui kendaraan roda dua.
“Kami terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan keamanan pengguna jalan,” tambahnya.
Entis menjelaskan, kondisi cuaca saat kejadian memang ekstrem. Berdasarkan data BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi dilanda hujan dengan intensitas tinggi dan kelembaban udara mencapai 97 persen, dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius.
“Cuaca saat ini terpantau hujan ringan, namun potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat tebing,” tegasnya.
Selain penanganan darurat di lokasi longsor, BPBD Sukabumi melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan pemantauan wilayah secara daring melalui grup koordinasi P2BK se-Kabupaten Sukabumi, serta menggunakan sistem informasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG melalui sistem peringatan dini cuaca dan gempa bumi, agar informasi cepat tersampaikan ke masyarakat,” kata Entis.
Sementara itu, tegas Entis Daeng Sutisna, tim piket regu Pusdalops yang bertugas terdiri dari Unit Data Informasi dan Unit Reaksi Cepat (URC), dilengkapi dengan peralatan operasional seperti kendaraan roda empat, chainsaw, dan pompa air (alkon) untuk membantu penanganan di lapangan.
Entis menambahkan, hingga siang ini situasi di lokasi longsor telah berangsur normal. Namun, pihaknya tetap siaga menghadapi kemungkinan bencana susulan mengingat curah hujan di wilayah selatan Sukabumi masih cukup tinggi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tebing yang rawan longsor, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. (stm)

























