SUKABUMITIMES.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis.
Kondisi tersebut memicu genangan hingga banjir di beberapa kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai, sehingga warga bersama aparat dan relawan bergerak cepat melakukan evakuasi mandiri.
Sekretaris Kecamatan Palabuhanratu, Hendriana, menjelaskan bahwa sekitar pukul 16.00 WIB debit air mulai mengalami kenaikan di sejumlah titik rawan banjir. Lokasi yang terdampak di antaranya Kampung Cangehgar RW 02, Kampung Kebonkalapa RW 08, Kampung Cempakaratu RW 09, serta Kampung Gumelar/Ojolali RW 17.
“Meningkatnya debit air terutama terjadi di daerah-daerah pinggiran sungai. Kami bersama para relawan langsung menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui pengurus lingkungan agar segera melakukan evakuasi mandiri demi keselamatan warga,” ujar Hendriana saat memantau kondisi di lapangan.
Menurutnya, hingga petang aparat kecamatan, relawan, serta unsur terkait masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sejumlah titik terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan apabila hujan kembali turun.
Meski sempat membuat warga khawatir, kondisi mulai menunjukkan perbaikan menjelang malam hari. Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 18.15 WIB, debit air di sejumlah lokasi berangsur surut.
“Alhamdulillah sampai pukul 18.15 WIB air mulai berangsur surut. Mudah-mudahan cuaca tetap bersahabat dan tidak turun hujan lagi,” katanya.
Namun di balik surutnya genangan, warga menyampaikan keluhan terkait infrastruktur yang dinilai menjadi salah satu penyebab meluapnya air sungai. Ketua RT 04 Kampung Belakang Puskesmas Palabuhanratu, Iis, menilai kondisi jembatan di kawasan tersebut perlu segera dibenahi agar tidak terus menjadi titik penyumbatan aliran air.
Menurutnya, struktur jembatan yang ada saat ini diduga menghambat laju air saat debit sungai meningkat, sehingga air meluap dan masuk ke permukiman warga.
“Kalau jembatan itu dibongkar lalu diperbaiki dan ditinggikan, kemungkinan besar air tidak akan meluap separah ini. Yang jadi masalah sekarang ada di bagian depan jembatan. Harus segera dibetulkan supaya lebih aman,” ungkapnya.
Iis menuturkan banjir mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 17.00 WIB. Air menggenangi hampir seluruh lingkungan permukiman, mulai dari bagian depan hingga belakang rumah warga.
“Rumah saya juga kebanjiran. Hampir semua warga terdampak, dari depan sampai belakang terendam. Apalagi di jembatan depan Puskesmas air meluap cukup besar. Sampai sekarang belum ada pembongkaran ataupun perbaikan,” tuturnya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, Iis berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur di titik-titik yang dianggap menjadi penyebab luapan sungai agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat hujan deras mengguyur kawasan Palabuhanratu.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kecamatan bersama relawan masih bersiaga di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman dan membantu warga yang terdampak banjir. untuk Kepentingan Umat? (stm)
































